Sabtu, 14 April 2012

Umat HYPERRELIGIUS

Umat HYPERRELIGIUS


Sebuah ungkapan saya terhadap bangsa ini yang merupakan plesetan dari pemikiran Jean boudillard, salah seorang, filsafat, budayaan atau sosiolog Perancis yang mencetuskan teori hyperrealitas di zaman postmodern. Hyperrealitas adalah suatu kondisi dimana kepalsuan berbaur dengan keaslian, masa lalu berbaur dengan masa kini, Simpang siur dan rekayasa menjadi pedoman serta dusta bersenyawa dengan kebenaran. Nyata (fakta) berbaur dengan maya (palsu).




Suatu pola pikir yang sebenarnya merupakan syndrome tersebut sudah menjangkit di Indonesia dan mungkin dinegara lain persis seperti analisa boudillard. Bangsa Indonesia mengalami syndrome yang lebih parah dari hyperrealitas, karena kekakuan, keinginan umat untuk menjalankan ajaran masa lalu dan ingin membaurkan, menerapkan serta mengimplementasikan dizaman beradab ini. “Masa lalu berbaur dengan masa kini” salah satu ciri hyperrealitas menurut boudillard, namun lebih parah sehingga saya menyebut Hyperreligius karena semua yang berasal dari zaman Muhammad (sunah rasul) mau diimplementasikan mentah – mentah tanpa melihat. Apakah penerapan Hukum, adat istiadat berdasaran Ideologi agama ini dapat mengakibatkan kompleksitas dimasyarakat dalam hal penerapannya atau tidak.

Semakin menjangkit Syndrome Hyperreligius ini dimasyarakat karena muncul ajarannya yang tidak sesuai dengan perkembangan zaman, seorang ulama mau mengajarkan pergaulan SOSIAL, POLITIK dan HUKUM. Menyeret pola pikir bangsa yang mayoritas muslim ini dan membuat karakter bangsa ini menjadi “Penyangkalan terhadap semua Perilaku buruk akibat perbuatan Mereka sendiri“. Menjadikan Pelaku terorrisme sebagai pahlawan, dengan embel - embel PAHLAWAN ISLAM seperti AMROZI CS. “DUSTA bersenyawa dengan kebenaran” kata Boudillard, kejahatan dipuja puji sebagai perilaku yang MULIA. Akal dipasung dan disedot batuk kepalanya sehingga tidak bisa menggunakan Logika dan rasionalitas dalam menilai suatu permasalahan. Sehingga sulit untuk merubah keganjilan perilaku MUSLIM, karena apapun pasti perbuatan KAFIR, CIA, KAKI TANGAN BARAT atau musuh favorit muslim Yahudi.. Contohnya gampang sekali,
  
 
http://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=C3mHLhmTzz4
 

1. WTC 11 September 2011
Beberapa tahun setelah WTC Roboh, MUSLIM Indonesia dan mungkin dibelahan dunia lain menganggap ini adalah rekayasa AS sendiri untuk mendiskreditkan MUSLIM, beberapa Video saya dapat dari beberapa teman MUSLIM yang di unggah dari YOUTUBE:


Dengan bangganya mengambil berita simpang siur menjadikan alasan, Penyangkalan terhadap bukti dan sudah jelas dari pesawat yang gagal mengarah ke PENTAGON lainnya, dari black box menunjukkan beberapa Pemuda arab berteriak dalam bahasa Arab. Menerapkan standar ganda adalah contoh Umat MUSLIM Indonesia, umat yang Hyperreligius. Apa lagi Video tersebut buatan orang amerika sendiri, Jadi mereka BISA DENGAN MUDAH MENGATAKAN “LOCH VIDEO INI BUATAN ORANG AS SENDIRI GA ADA URUSANNYA DENGAN MUSLIM”. Seolah – olah muslim tidak terlibat dan ingin mencuci tangannya atas kejahatannya yang maen tabrak pesawat kebangunan KAFIR.

Nach kalau anda menunjukkan Video dengan bukti dan fakta otentik, maka disinilah Standar ganda MUSLIM bermain, Penyangkalan dimulai dan pasti ditolak mentah - mentah.

ANALISA dengan saksi mata secara terperinci :
http://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=HRA0NKQ0k6E

Seperti yang saya katakana diatas, “Penyangkalan terhadap semua Perilaku buruk akibat perbuatan Mereka sendiri“. Inilah gejala Dari Syndrome Hyperreligius dimana hilangnya kemampuan manusia menggunakan akal dan rasionalitas kalau sudah bersinggungan dengan Agama, sedikit beda dengan manusia yang tidak waras (gila), sebab UMAT HYPERRELIGIUS menjadi tidak waras kalau suatu permasalah bertolak belakang dengan ajaran agama, maka bukan akal yang digunakan sebagai pembenaran dan disinilah ketidak warasan mereka dikedepankan.

Perlu kita pahami, Untuk membenarkan suatu perkara adalah dengan akal sebagai alat pembenaran, bukan dengan iman. IMAN akan Tuhan adalah hubungan manusia dengan Tuhan secara inclusive untuk dunia yang akan datang. Pengidap Syndrome Hyperreligius akan cenderung eksclusive dan menunjukkan pola kegiatan keagamaan dimuka umum, mereka berpikir menjadi yang terbesar dan terhebat didunia adalah kebenaran. Padahal kebesaran Tuhan tidak ditentukan oleh banyaknya pengikut, “………..Karena aku berkata kepadamu: Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini! (Luk 3:8). Tidak penting besarnya jumlah pengikut, namun yang terserang Syndrome ini akan bangga kalau menjadi yang ter .. ter…ter… seperti bunyi klakson Becak, Terbaik, terhebat dan ter – ter lainnya.

Sedangkan saat WTC roboh, di IRAN takbir dikumandangkan, dipalestina anak, wanita dan orang dewasa menari – menari kegirangan. Padahal AS turut memberikan bantuan bagi pembangunan Palestina, "hanya anjing gila yang mengigit tuan yang memberinya makan".

Perayaan Runtuhnya WTC di Palestina:


http://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=3vOJCQr1Now
 



Video berjudul Konspirasi WTC ini sampai dikhotbahkan dalam sholat jum’at, terdengar dari TOA Masjid bagaimana sang khotib menghembuskan berita simpang siur ini. Baguslah biarkan saja orang bodoh dalam kebodohan mereka, bagaimana kita mau membantu kalau AKAL, dan rasionalitas mereka sudah ikut mereka lepas ketika mereka melepaskan Sandal di teras MASJID. Setelah mendengarkan DUSTA yang di simsalabimkan menjadi kebenaran, dan di kun fa ya kun, jadi maka jadilah. Umat keluar dengan bertambah akut syndrome Hyperreligius kemudian memakai sandal mereka kembali namun lupa memasang akal dan rasionalitas mereka. Mindsheet ini tertanam kalau ada permasalahan yang bertentangan dengan ajaran agama maka yang benar pasti ajaran agama, yang lain pasti salah. Disinilah letak kekakuan, kenapa ISLAM tidak bisa Fleksibel, yang oleh muslim dianggap kebenaran dan kebanggaan, tanpa menggunakan akal sebagai alat pembenaran. Kenapa ISLAM sulit mengikuti perkembanagn zaman, karena ingin membaurkan masa lalu dengan masa kini, seperti kata Jean Boudillard.

2. Penyangkalan holocaust.
Saya bukan yahudi dan menyukai orang yahudi, bagi saya semua manusia sama. Saya juga bukan agen CIA, agen YAHUDI atau Profokator. Seperti yang sudah saya katakan diatas bahwa MUSLIM akan cenderung menyangkal kalau yang diatas adalah buah tangan kejahatan mereka terhadap orang lain. Kalau penyangkalan holocaust ini karena yahudi adalah musuh favorit muslim sejak zaman Muhammad. Dipelopori ahmadinejad tentang penyangkalan holocaust, suatu cerita sejarah yang masih terekam secara baik, sejarah umum manusia. Namun karena permusuhan dengan yahudi juga merupakan sunah rasul, contoh dari sang rasul, maka hollocaust dibantah juga. Mau bagaimana lagi, Untung ane bukan yahudi meskipun masih termasuk kafir juga. Zaman post modern memang “akhir dari “akhir sejarah” (Ben Agger).

Besok - besok juga muncul berita Bom bali I dan II kerjaan antek yahudi dan AS, Amrosi Cs dan Osamah agen CIA. Syndrome hyperreligius ini secara otomatis membangkitkan otak muslim yang sudah terprogram Software hyperreligius dengan algoritma dari sunah Rasul ini, dan dengan standar gandanya untuk melakukan penyangkalan kembali.

Budaya bangsa terkikis karena Agama
Perhatikan ini dengan seksama, ayat suci harus dieja dalam bahasa arab, wajib menghafal dalam bahasa arab. Pakaian juga demikian, nama dan kata digunakan mengikuti bahasa arab. Jangan pernah lupa "Bahasa menunjukkan bangsa” emang orang asli Indonesia orang arab ? bahasa asli Indonesia bahasa arab ? Budaya Indonesia budaya arab ? Jadi sebenarnya, yang muslim katakan bahwa kita disetir AS dan kafir adalah sebaliknya, Orang Indonesia justru disetir arab, disedot dan dijeme’k – jeme’k sampai selangkangan anak gadisnya di kangkangi arab, dijadikan budak Arab, namun orang Indonesia tetap menjadikan orang arab sebagai tuan.

Orang Indonesia terkena Syndrome Hyperreligius yang sedemikian akutnya sampai tidak bisa berpikir bahwa Agama adalah budaya, karena adat istiadat yang diformulasikan itulah agama. Muhammad membawa agama ISLAM adalah pasti, namun Yesus tidak datang membawa ajaran agama Kristen begitu juga dengan Krisna. Pengikut Yesus itulah yang disebut Kristen, penganut ajaran Krisnalah yang disebut Hindu. Namun Yesus dan Krisna tidak datang membawa agama atau Ideologi. Ini berbeda dengan ISLAM dan muhammadnya.

Orang Indonesia lupa akan SOEMPAH PEMOEDA
Pertama :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, TANAH AIR INDONESIA
Kedua :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA, MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA
Ketiga :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGJOENJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA
Djakarta, 28 Oktober 1928

Sumpah pemuda ini berkaitan dengan budaya, ini sebenarnya prinsip, mainsheet yang seharusnya dijadikan bahan pertimbangan, namun itupun kalau manusianya mau menggunakan akal dan rasionalitas, kalau sudah akut syndrome HyperReligius ini agak sukar, sebab akal dan rasionalitas sudah dipasung.

Obatnya hanya satu buat pengidap syndrome ini, kembali mengajak mereka menggunakan akal dan rasionalitas bukan iman buta serta menurut ajaran agama yang menuntut pengakuan total umatnya. Dengan pola pikir : Agama tidak memiliki hak, manusia yang memiliki hak menentukan jalan hidup mana yang ditempuh.

Anda tidak perlu meninggalkan agama anda namun belajarlah buat anda yang terjangkit syndrome ini untuk menggunakan akal dalam memilah informasi yang sedemikian cepatnya di zaman post modern ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar